Selasa, 12 September 2017

Mint_Preneurship - ber Urban Farming Dengan Belajar Menanam Daun MInt

Hidup di Kota yang menyisakan lahan terbatas untuk belajar berkebun memang memerlukan perjuangan tersendiri. Urban Farming yang di sebut sebagai salah satu solusi tidak terlalu mudah mudah amat untuk kita lakukan karena memerlukan beberapa kiat yang memeras otak, agar di lahan yang sempit tersebut kita bisa berkebun siang dan malam.



Tak terasa hampir 2 Semester saya larut dengan satu kurikulum berjudul MintPreneurship alias ber UrbanFarming via menanam Daun Mint di lahan sempit baik berkebun di paralon alias hidroponik maupun secara konvensional di media polibag . 

Keterbatasan Lahan dan perolehan cahaya matahari menjadi kendala terbesar bagi kita yang tinggal di perkotaan dengan pemukiman yang padat, karena faktor cahaya matahari sangat menentukan kualitas dari bibit Daun Mint yang kita pelihara.



Dengan tingkat pertumbuhan batang dan daun yang cukup sporadis, kurangnya cahaya matahari bisa menyebabkan kondisi KUTILANG alias KURUS, TINGGI, LANGSING, sehingga kualitas daun dan aroma yang dihasilkan kurang bagus. Berbeda dengan Daun Mint yang terkena full sinar matahari, kualitas daun, batang lebih tebal serta aroma nya sangat kuat.







Cara menanam si Mimint ini sendiri bisa via persemaian dari biji atau melalui stek batang yang lebih gampang. Proses perbanyakan via stek batang jika berjalan lancar hanya akan membutuhkan waktu 2-3hari sampai akar baru terbentuk. sementara menyemai biji bisa memakan waktu 2-3minggu sampai daun mungil muncul.























Trend Kuliner yang semakin menanjak, membawa informasi positif mengenai pemanfaatan daun mint, khususnya dalam sajian makanan dan minuman.




Agak gampang gampang susah juga ternyata menanam daun mint ini, karena kadang sering tanaman ini tiba tiba mati tanpa kita ketahui penyebabnya... kebanyakan air mati, kekurangan air juga bisa bikin tanaman mati, sehingga perlu kejelian khusus agar tanaman kita tidak sampai musnah di serang hama dan penyakit seperti yang pernah saya alami.





KUTU HITAM SI PEMUSNAH KEBUN MINT


Bingung membedakan SpearMint vs PepperMint





Minggu, 03 September 2017

Akhirnya Bisa BerQurban Dengan Sapi Paroan Walau Berbonus Jantung Berdebar Gegara Kemacetan.. ...

Setelah melalui perjalanan panjang yang melelahkan sang sapi, Alhamdulillah akhirnya kami bisa melaksanakan patungan qurban dengan sapi hasil pemberdayaan ternak dari desa .



Penantian yang bikin jantung berdebar debar akibat kondisi kemacetan di jabotabek yang semakin menggila saat long week end liburan qurban, sehingga mengakibatkan keterlambatan yg menjalar dari kloter pertama team pengiriman qurban.



Ternyata.. faktor kemacetan semakin harus di waspadai dalam musim qurban, khususnya jika pengantaran hewan dalam jumlah yang lumayan banyak... keterlambatan di kloter awal, akan merembet ke kloter berikutnya.