Kamis, 08 September 2016

Mengapa Harga Kambiing Qurban 1 Dinar itu Makin Tahun Makin Kurus .... ? Bukankah 1 Dinar = 1 Kambing dari sejak jaman Nabi...



Jika Anda Pemerhati Emas atau Dinar... maka ada yg menarik dari fenomena menjelang lebaran qurban, yaitu kian tahun nilai konversi kurs 1 Dinar nya makin mengalami pennyusutan dari bobot kambing qurban yang kita beli dengan rate 1 Dinar tersebut... atau sekitar Rp2jutaan jika kurs Dinar di bulan September 2016 ini




Jika dengan 7 Dinar di tahun 2012 lalu kita dapat berqurban dengan sapi berbobot 400Kg, maka di tahun 2016 ini dengan kurs 7 Dinar hanya bisa mendapatkan sapi qurban berbobot 200-300Kg saja atau jika beli kambing qurban Rp2jutaan maka bobotnya dijamin ringan bangets.. atau malah jangan-jangan belum cukup umur.

Jadi dimanakah kehebatan emas dan dinar yg selama ini kita gembar gemborkan bahwa nilai nya tetap sama ? mengapa jadi berbeda saat musim qurban tiba ? Dimanakah Kesalahannya... ? dan.. Siapakah yang harus kita persalahkan ?


 Rate 1 Dinar Tahun 2012 Lalu
7 Dinar bisa BerQurban Dengan Sapi 400Kg
2016 Dengan 7 Dinar cuma dapat bobot 200-300Kg saja


Bukankah teori yang selama ini digembar gemborkan para pencinta Dinar adalah nilai dinar itu STABIL?.. daya beli nya tidak mengalami penurunan sejak ribuan tahun yang lalu... ? namun mengapa jika kita survery ke lapak-lapak qurban ternyara dengan Dinar yang sama justru daya beli nya malah merosot karena cuma dapat kambing yang makin kurus saja ?   



Apa yang salah dari tradisi berqurban kita dari tahun ke tahun ini? bukankah sekarang makin banyak lembaga yg menawarkan bantuan qurban? tetapi  mengapa mereka seakan tutup mata tidak sanggup memberikan kepuasan kepada customer nya .. minimal bisa menjanjikan tahun depan jika berqurban lewat mereka harga dijamin tetap sama? 


Apakah ini gara gara semua nya hanya mengejar margin di musim qurban semata ? ataukah ada kesalahan kolektif dari ummat ini sehingga untuk ritual qurban pun tidak bisa kita mengelola dan diserahkan begitu saja kepada mekanisme pasar...? mengapa tidak pernah berkacata kepada industri pulsa dimana harganya makin murah sehingga yg akses selular pun makin banyak.. dan roda ekonomi nya jadi smakin mangkrak dari semakin banyaknya orang memakai pulsa selular..


 Banyakan Manakah... 
Peternak vs Orang Jualan Qurban ?



Jika fakta dilapangan dengan Dinar yang sama ternyata nilai ibadah qurban nya jadi menurun.. maka di manakah letak kesalahan ummat islam ini...? apakah ini akibat kecenderungan ummat nya makin malas meneruskan profesi para nabi dahulu yang jadi penggembala kambing sehingga supply vs demand harus impor terus dan minat orang miara kambing makin turun karena tidak menjanjikan masa depan... padahal fakta lain moment qurban jadi rebutan banyak orang... karena dimana mana banyak iklan penawaran qurban







Saya sendiri belum punya jawaban yang pas mengenai teka teki tersebut.. hanya dugaan faktor-faktor mata rantai distribusi yg makin hari makin membuat mahal dan akhirnya di bebankan ke end customer di perkotaan...  kalo ummatnya banyak duit sih harga qurban makin naik gak jadi masalah... namun jika kita berfikir kritis ada satu permasalahan ritual qurban yang orang makin susah untuk mengaksesnya.. maka sudah selayaknya hal ini menjadi bahan renungan kita semua...



Pengalaman saya dalam paroan ternak menuju swasembada qurban ini mungkin bisa juga jadi renungan... bagaimana kita bisa keluar dari kutukan tiap tahun dari naiknya harga hewan qurban dan bisa berswasembada qurban sendiri via pemberdayaan ternak dengan warga di desa-desa

Sebelum ramadhan 2016 lalu, dari hasil anakan yang dipiara warga ada yg minta di beli karena BU mau lebaran ... kalo gak salah harga nya di range 1-1,3jt .. sehingga konsep INTI-PLASTI harus di fungsikan walau dana lagi pas-pasan... walau ada resiko juga, kalo mati tiba tiba uang 1 juta nguap deh

Nah menjelang musim qurban ini, setelah kita timbang dan berada di kandang 2-3bulan ternyata bobot nya sekitar 35Kg... Dengan bobot 35Kg tersebut biasanya mau qurban di kota maupun qurbannya di terbar di desa teryata harga nya bakal sama... silahkan di cek saja.. apakah ada yg berani menawarkan qurban di desa dengan bobot 35Kg seharga Rp1 Jutaan.. atau minima di bawah 2 jutaan ?

Disini faktor pemasaran menjadi penting.. krn tidak semua warga di desa punya keahlian memasarkan... tidak semua warga punya akses kepada end customer... dan sayangnya di jaman ekonomi digital seperti ini, masih banya warga desa belum kecipratan manfaaatnya... alias tidak bisa bertransaksi langsung dengan buyer nya di tempat yang berbeda...





Dari fakta di atas, sebetulnya rate 1 Dinar itu memang jika dikonversikan nampak nampaknya masih setara untuk bisa berqurban dengan kambing berbobot ditas 35-40Kg... seperti pengalaman saya yang masih bisa membeli kambing 1 jutaan dgn bobot 30Kg sebelum ramadhan lalu... namun tentu saja buat sebagian pihak.. jangka waktu dari sebelum ramadhan sd musim qurban ada resiko dimana harga kambing yg cuma 1 jutaan itu bisa mati mendadak.... alias mendingan keluar 2-3juta menjelang lebaran qurban daripada duit 1 juta ilang di jalan...  nah inilah mungkin faktor-faktor yg membuat kurs 1 Dinar= 1 Kambing jadi sedikit meleset dari tahun ke tahun... faktor faktor resiko yang belum terpecahkan bersama.. dimana resiko seperti ini sebetulnya hal yang biasa dalam dunia asuransi..  namun ternyata belum bisa kita aplikasikan di dunia NgangonPrenereurship... 



Nah.. ada pula cerita sedih paroan yg pernah saya alami.. setelah menunggu 2thn dari anakan yg dinanti..  ternyata gak selamanya resiko kematian yg menghantua... tetapi tertipu atau uang gak datang datang sementara si kambing udah di sembelih ke surga juga harus diwaspai...  ini adalah pengalaman pahit qurban tahun lalu yang sampai sekarang uangnya gak muncul-muncul...  







..Paroan Ternak itu Tidak Mudah..
sehingga semua kerugian harus bisa tertutupi di musim qurban







Senin, 15 Agustus 2016

Drone View Arena SaKaDo_Academy buat blajar SwaSembada Qurban



Inilah 5 Tahun Penampakan Blajar Memberdayakan Diri dan Orang Melalui Ngangonpreneurhsip Amatiran di PeternakanSaKaDo




 Terimakasih buat Team Drone Indosat Mancing Mania Yang Sudah Mengabadikan TKP









Yang Penting Kandang Paroan nya masih Ada Isi
#...Entah Kapan Bisa Balik Modal nya.. #



Anakan Baru Kandang TSEL
#..Slamat ya Pak.. #